Puteri Tercinta Bianca Angelica

Mendampingi Bianca

Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Januari 12, 2009

Semenjak Bianca masuk RS Elisabeth (Sabtu, 10/01/2009), aku segera berbenah & pamit untuk pulang ke Semarang. Puji Tuhan semua pihak merestui kepulanganku & turut mendoakan.

Minggu paginya aku segera berangkat ke Gambir. Puji Tuhan karena tiket Kamandanu masih tersedia.

Dalam perjalanan sangat khawatir terhadap kesehatan Bianca. Maklum, kakak juga khawatir kalau Bianca kuning karena patologis. Dokter yg menanganinya pun merekomendasikan agar Bianca menjalani serangkaian tes lain selain tes bilirubin. Tes lain yg harus dijalani adalah Torch (tokso) dan TSA (tiroid). Beberapa hari setelah itu juga harus tes OIE (bener ga nulisnya?) dan 3 bulan kemudian harus tes Bera. Duh, betapa kasihannya Bianca.

Sampai Semarang malah terkendala hujan deras & banjir di Tawang. Papa mertua sampai tidak bisa jemput karena jalanan banjir. Setelah menunggu lama akhirnya aku bisa dapat taxi.

Sampai rumah langsung memompa ASI. Sejatinya ASI akan diantarkan ke RS, tapi ternyata Sisi tidak bisa memproduksi ASI-nya. Mungkin karena sebelumnya telah diminum Bianca.

Besok paginya baru bisa bertemu Bianca. Sungguh kasihan, tubuh mungilnya disinari dengan lampu biru dengan mata diplester untuk menghindari kontak mata dengan cahaya dari lampu. Tangannya diinfus. Sayang aku tidak bisa masuk, hanya ibunya yg boleh masuk.

Sorenya diambil darah untuk tes bilirubin, tokso & TSA. Malamnya hasil tes bilirubin keluar. Puji Tuhan hasilnya 6,3 mg/dl. Ini berarti di bawah batas atas yg 10 mg/dl. Hasil Torch & TSA baru keluar besok. Mohon doa untuk Bianca.

Terima kasih

1 Tanggapan ke "Mendampingi Bianca"

[...] kegembiraan itu sempat menjadi kekhawatiran ketika Bianca harus opname di RS Elisabeth karena sakit kuning selama 4 hari. Setelah itu pun harus menjalani beberapa tes [...]

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.


  • Tidak ada

Kategori

Arsip